Minggu, 05 Oktober 2014

Sehat dalam ruang ber AC


 
KETIKA berada di ruangan ber AC, kita tentu merasa nyaman. Karena ruangannya sejuk, metabolisme tubuh berjalan lebih lambat, otomatis proses penuaan menjadi lebih lambat.  Di ruangan ber-AC udara juga lebih bersih dan segar, sehingga asupan oksigen menjadi lebih banyak, tubuh pun tentu lebih sehat.
Tapi kita harus berhati-hati, karena ada bahaya yang me­ngin­tai di ruangan tersebut. Kita harus menyadarai, di ruangan ber-AC, kita jadi malas minum, karena tidak merasa haus. Di ruangan ber-AC, kita jadi tidak berkeringat, otomatis garam-garam dalam tubuh menjadi lebih tinggi. Padahal sebenarnya dengan berkeringat, ada proses detoksifikasi, yaitu peroses pembuangan racun tubuh yang keluar bersama keringat.
Orang-orang yang hidup di iklim sejuk, umumnya sangat takut dengan garam dan juga gula. Makanannya hambar, tidak gurih, tidak asin, tidak manis, tidak pedas dan jelas tidak sedap serta tidak nikmat. Tetapi dibalik itu semua, mereka umumnya panjang umur, sehat dan bebas dari sakit ginjal, jantung, darah tinggi, diabetes. Orang yang hidup di iklim sejuk, jarang berkeringat, kalau dia konsumsi garam dan gula seperti orang yang hidup di tropik, mungkin juga dia akan mati muda.
Sebaliknya, orang-orang yang hidup di daerah tropik aman-aman saja dengan kon­sumsi garam dan gula. Tentunya garam dan gula itu harus sering-sering dibuang lewat keringat, untuk detoksifikasi.
Selain itu ia juga harus banyak minum agar detok­sifikasi berjalan lancar. Bagi yang hidup nyaman di ruangan ber-AC, hati-hati karena ada maut yang mengancam. Apa yang kita anggap nyaman, ternyata belum tentu sehat. Sebaliknya apa yang kita anggap tidak nyaman, berke­ringat, badan lengket, mungkin lebih menyehatkan bagi tubuh.
Orang yang hidup di iklim sejuk mungkin cuma perlu mandi dua kali seminggu, karena jarang berkeringat. Sebaliknya orang yang hidup di daerah tropik perlu mandi setidaknya dua kali dalam sehari, karena sering berke­ringat.
Orang Arab makan daging kambing sekali makan bisa mencapai 2 kg atau bahkan lebih, kalau makan ayam, satu ekor untuk seorang. Tapi suhu di sana yang panas, kalau siang hari dapat mencapai 50 derajat Celcius, dapat menetralisir racun2 yang ada di tubuh melalui keringat.
Di Cina, ada terapi khusus untuk menghilangkan atau menurunkan kadar garam dalam tubuh dengan terapi mumi. Badan dibungkus dengan plastik seperti layaknya mumi, setelah itu dimasukkan ke dalam ruangan dengan suhu 35 derajat Celcius selama beberapa jam. Dengan per­lakuan tersebut, garam-garam di dalam tubuh akan keluar bersama keringat. Proses ini hampir sama dengan sauna atau mandi uap, yang tujuannya adalah untuk mengurangi kadar garam di dalam tubuh.
Jadi bagi anda yang hidup di ruangan ber-AC perlu lebih berhati-hati dan mem­perha­tikan kesehatan tubuhnya. Jangan karena mengejar kese­jukan ruangan, kita menjadi sering masuk rumah sakit.***
TIP SEHAT DENGAN AC
PENDINGIN udara atau dikenal dengan istilah AC (air conditioner) beberapa tahun lalu adalah salah satu barang mewah. Namun, belakangan ini hampir setiap rumah memilikinya.
Sayangnya, udara yang terlalu dingin dan pemeliharaan AC yang buruk bisa menyebabkan masalah.
Sistem AC dalam kondisi kotor adalah tempat berkembang biak mikroorganisme, semisal Legionella pneumophila. Mikroorganisme ini bertanggung jawab terhadap penyakit bernama Legionnaires disease alias demam legion, yang bisa menyebabkan pneumonia.
Perubahan suhu yang tiba-tiba dari panas ke dingin juga dapat memengaruhi sistem pernapasan. Selain itu AC juga punya efek mengeringkan terhadap kulit dan selaput lendir yang ada di tubuh.
Agar kita senantiasa tetap sehat meski setiap saat berada dalam ruangan ber-AC, simak tips berikut:
- Jangan lupa minum. Air putih lebih baik. Karena tidak berkeringat bukan berarti tubuh tidak membutuhkan air. Minimal delapan gelas per hari wajib hukumnya.
- Agar kulit tidak kering, jangan lupa memakai hand and body lotion. Demikian pula dengan pelembab untuk wajah.
- Bentengi tubuh dengan vitamin agar tidak mudah tertular penyakit. Terutama untuk mereka yang bekerja di dalam ruangan ber-AC sentral.
- Ada ventilasi yang cukup untuk aliran udara. Jangan tertutup total.
- Perhatikan jadwal untuk perawatan AC.
- Usahakan agar suhu berada pada kisaran 21-25 derajat celcius. Mudah untuk dilakukan di rumah namun mau tidak mau harus menerima suhu berapa pun untuk AC sentral.
- Kelembaban dijaga antara 60-70 persen.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar